Keluarga Korban Mutilasi Di Ngawi Minta Pelaku Segera Ditangkap

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

CNN Indonesia

Sabtu, 25 Jan 2025 16:56 WIB

Ayah kandung korban mutilasi yang jasadnya ditemukan di suatu koper di Ngawi, Jawa Timur, mendesak penegak hukum untuk cepat menangkap pelaku. Ilustrasi pelaku kejahatan. Ayah kandung korban mutilasi yang jasadnya ditemukan di suatu koper di Ngawi, Jawa Timur, mendesak penegak hukum untuk cepat menangkap pelaku. (Istockphoto/ Zoka74)

Jakarta, CNN Indonesia --

Ayah kandung korban mutilasi yang jasadnya ditemukan di suatu koper di Ngawi, Jawa Timur, mendesak penegak hukum untuk cepat menangkap pelaku.

"Kami minta bantuan dan mendesak, agar pelaku bisa tertangkap dan diadili," kata Nur Khalim di Blitar, Sabtu (25/1) dikutip dari ANTARA.

Nur mengaku sangat sedih dengan kondisi anaknya yang menjadi korban pembunuhan dan mutilasi. Ia juga tidak tahu apakah anaknya mempunyai musuh atau tidak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak tahu (punya musuh atau tidak). nan jelas ketika pulang memberi makan saya, anaknya, ke mbahnya," kata dia.

Jenazah sudah tiba di rumah duka di Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jumat malam setelah dibawa dari Ngawi, dengan ditempatkan di kotak dalam keadaan bersih, sehingga saat tiba di rumah duka langsung bisa digelar shalat jenazah.

"Informasi yang kami terima tadi perjalanan sekitar tiga jam dan setelah datang ke rumah duka langsung disalatkan kemudian dimakamkan," kata Camat Garum Arinal Huda.

Ia menambahkan, banyak warga yang mengantarkan istirahat terakhir korban. Jenazah dibawa ke tempat pemakaman dengan mobil pikap.

"Jenazah datang dibawa mobil ambulans dan ditaruh peti. Jadi, kami tidak tahu isinya. Informasinya jenazah sudah bersih tinggal disalatkan saja," kata dia.

Kasus pembunuhan beserta mutilasi itu berawal dari temuan mayat wanita tanpa kepala dalam koper pada Kamis (23/1) di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi.

Jasad wanita tersebut tidak utuh saat ditemukan. Tubuhnya ditaruh di dalam koper dalam koper tertutup berwarna merah dan terbungkus seperti paket.

Saat ditemukan, jasad tersebut dalam keadaan tidak lengkap. Polisi juga juga melakukan autopsi pada tubuh korban. Hasil autopsi menyebutkan bahwa penyebab kematian korban diduga karena kekurangan nafas akibat terhambat jalan pernafasan, kemungkinan akibat cekikan.

Kapolsek Garum AKP Punjung juga mengungkapkan bahwa korban adalah UK (29), warga warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

(rzr/vws)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya